Senin, 27 Juni 2016

Tugas Etika Profesi, Review Jurnal

PERBAIKAN TATA LETAK PENEMPATAN BARANG DI GUDANG PENYIMPANAN MATERIAL BERDASARKAN CLASS BASED STORAGE POLICY (Studi Kasus: Gudang Material PT. Filtrona Indonesia - Surabaya) 


        PT. Filtrona Indonesia merupakan perusahaan multinasional yang menghasilkan produk berupa filter rokok berdasarkan pesanan pelanggan (job order). Banyaknya pesanan tersebut membuat perusahaan membutuhkan tempat penyimpanan barang yang besar, baik untuk penyimpanan material maupun produk jadi. PT. Filtrona Indonesia mempunyai tiga buah gudang penyimpanan yaitu, gudang Berbek Industri, gudang Surawangi, dan gudang B1. Gudang Surawangi merupakan gudang material. Gudang Surawangi mempunyai ukuran sebesar 49x51x6 m3 dan terdiri dari enam area penyimpanan. Masing-masing area terdapat beberapa blok yang mempunyai ukuran dan kapasitas penyimpanan yang berbeda. Pada saat ini, penempatan material di gudang Surawangi belum memperhatikan frekuensi perpindahan barang. Material yang bersifat fast moving tidak diletakkan dekat pintu keluar masuk sehingga harus menempuh jarak perjalanan jauh untuk proses penyimpanan dan pengambilannya.

 Sedangkan data rata-rata material yang keluar masuk gudang seperti pada Tabel 1.

Berdasarkan Gambar 1 diketahui bahwa lokasi penempatan terdekat dari titik input/output ditempati oleh packaging. Namun demikian, pada Tabel 1 diketahui bahwa frekuensi perpindahan packaging sangat kecil jika dibandingkan dengan frekuensi perpindahan acetate tow dan plug wrap. Tata letak material gudang yang demikian ini menjadi penyebab jarak perjalanan menjadi jauh. Lokasi penempatan barang fast moving yang tidak berada dekat dengan pintu keluar masuk serta banyaknya pembongkaran menyebabkan biaya operasional material handling menjadi tinggi. Salah satu kebijakan yang dapat digunakan dalam mengatur tata letak penempatan material gudang adalah class based storage. Class based storage merupakan kebijakan penyimpanan yang membagi menjadi tiga kelas A, B dan C berdasarkan pada hukum Pareto dengan memperhatikan level aktivitas storage dan retrieval (S/R) dalam gudang, yaitu 80% aktivitas S/R diberikan pada 20% dari item, 15% pada 30% dari item dan yang terakhir 5% aktivitas S/R pada 50% dari item. Popularity merupakan prinsip meletakkan item yang memiliki accesibility terbesar di dekat titik Input-Output (Hadiguna dan Setiawan, 2008). Prinsip popularity digunakan karena tidak ada korelasi antar material, yang harus menempatkan material berdasarkan kepentingan tertentu. 

Metode penelitian 
Tahapan penelitian dilakukan dengan menghitung utilitas gudang pada layout awal, frekuensi perpindahan, jumlah tempat penyimpanan, jarak perpindahan dan ongkos material handling. Setelah diketahui kondisi pada layout awal kemudian dilakukan perbaikan tata letak. Perbaikan dimulai dengan mengurutkan material berdasarkan frekuensi perpindahan dan membentuk menjadi tiga kelas, yaitu kelas A, B dan C. Untuk melakukan perancangan tata letak, dilakukan penentuan luas penyimpanan kemudian membuat dua alternatif layout sebagai perbandingan.

Analisis Hasil
Setelah dilakukan pengolahan data, kemudian dilakukan analisis terhadap hasil yang telah didapatkan yaitu tata letak penempatan barang dengan kebijakan penyimpanan class based storage. Tabel 14 merupakan perbandingan layout awal dan layout usulan.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 
1. Berdasarkan frekuensi perpindahan, material dikelompokkan ke dalam tiga kelas sesuai dengan hukum         Pareto, yaitu: a. Kelas A: Acetate Tow dan Plug Wrap 
                         b. Kelas B: Inner Wrap dan Packaging 
                         c. Kelas C: Triacetine, Yarn, Tela, Plastic 
Dari perhitungan tersebut kemudian dilakukan perancangan layout perbaikan dengan membuat dua alternatif layout berdasarkan kelas serta jumlah tempat penyimpanan material tiap kelasnya. 2. Dari dua alternatif layout yang telah dibuat terpilih alternatif layout B yang mampu menurunkan jarak perpindahan 52,94% dari 2.399.688,8 meter per tahun menjadi 1.129.364,16 meter dan menurunkan ongkos material handling sebesar 30,81% dari Rp 66.670.217,688 menjadi Rp 46.132.329,202. 
Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : 
1. Dilakukan analisis yang lebih mendalam apabila dilakukan tahap implementasi sehingga faktor yang tidak       diperhitungkan sesuai dengan perbaikan yang dilakukan. 
2. Diterapkannya Radio Frequency Indentification (RFID) yang terhubungkan dengan sistem database. Hal      ini akan memudahkan untuk mengidentifikasi keberadaan barang. 3. Pada penelitian selanjutnya dapat            dibuat simulasi mengenai hasil dari perbaikan tata letak

Daftar Pustaka
Hadiguna, Rika Ampuh & Setiawan, Heri. (2008). Tata Letak Pabrik. Penerbit Andi. Yogyakarta 
Permendiknas. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Depdiknas. Jakarta. 
Pujawan, I Nyoman. (2008). Ekonomi Teknik Edisi Kedua. Guna Widya. Surabaya. 
Purnomo, Hari. (2004). Perencanaan dan Perancangan Fasilitas. Graha Ilmu. Yogyakarta. 
Tompkins, James A. & Smith, Jerry D. (1990). The Warehouse Management Handbook.

Sumber Referensi :
Hasil Penelitian Santi Nurrisa Karonsih1), Nasir Widha Setyanto2) , Ceria Farela Mada Tantrika3) Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia E-mail: santinurrisakaronsih@gmail.com1) , nazzyr_lin@ub.ac.id2) , ceria_fmt@ub.ac.id3)

http://jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/viewFile/40/64%20pada%2030%20Maret%202015

Kamis, 21 April 2016

i hope, My dream in future

Harapan dan Impian Setelah Lulus Kuliah Teknik Industri


         Harapan dan Impian  saya setelah lulus kuliah sebagai mahasiswa Teknik Industri Universitas Gunadarma yang pertama lulus dengan IPK yang memuaskan,  kedua adalah mendapatkan pekerjaan yang baik tidak terlalu peduli dengan gaji yang besar tetapi bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak sehingga dapat menambah wawasan dalam dunia pekerjaan, ketiga berharap kerja di suatu pabrik manufaktur logam mulia, setelah mendapat pekerjaan tidak lupa memberikan gaji pertama saya untuk kedua orang tua, dan berusaha untuk membahagiakan kedua orang tua saya.Saya berharap bisa memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk perusahaan yang telah memberikan pekerjaan kepada saya, agar perusahaan dapat lebih maju dan berkembang

         Impian saya adalah dapat membangun perusahaan sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang, menghasilkan produk yang berkualitas dan berdayaguna tinggi dan dengan harga yang terjangkau. Memiliki keluarga sakinah mawadah warrahmah.

Senin, 11 Januari 2016

PERENCANAAN OPERASIONAL

Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
Ø  Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
Ø  Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah :
“untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan”
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya.

16 Garis Pedoman Umum

Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :
1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2. Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6. Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7. Mendefinisikan tugas-tugas.
8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9. Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11. Mempertahankan disiplin.
12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13. Mengakui adanya satu komando.
14. Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15. Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja

Keuntungan :
1.      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2.      Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
3.      Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
4.      Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian :
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2.      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun


  • http://kristiantian.blogspot.co.id/2014/12/perencanaan-organisasional.html
  • http://ariefdiaster.blogspot.co.id/2014/01/perencanaan-organisasional.html
  • http://bayuesamaulana.blogspot.co.id/2014/12/perencanaan-organisasional.htm
  • http://muhamadf.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-perencanaan-organisasi.html

Rabu, 21 Oktober 2015

KEWIRAUSAHAAN DI INDONESIA

pada saat seperti itu bagaimana dengan indonesia? indonesia masih tertinggal jauh dalam masalah perekonomian itu disebabkan karena rendahnya pertumbuhan ekonomi, banyaknya jumlah pengangguran, kemiskinan yang menjamur, kesenjangan penghasilan dan masih banyak lagi.
di negara maju seperti jepang hampir sebagian penduduk disana mempunyai impian untuk menjadi entrepreneur atau pengusaha faktor itulah yang menyebabkan majunya perekonomian disana.
di Indonesia hanya sekitar 570.339 orang atau 0,24% dari jumlah penduduk yang berjumlah 270 juta jiwa yang menjadi entrepreneur, padahal untuk menjadikan perekonomian di negara itu maju membutuhkan sekitar minimal 2% dari jumlah penduduk.


lalu, minat masyarakat untuk menjadi wirausaha juga masih rendah. Untuk lulusan Perguruan Tinggi, yang berminat menjadi wirausaha hanya 6,4 persen, sementara untuk tingkat SLTA jumlahnya hanya 22,4 persen.Padahal, potensi pemuda kita (untuk bisa menjadi wirausaha) saat ini relatif besar, dimana tingkat kelulusan Strata I mencapai 300 ribu orang dan SLTA mencapai 2,5 juta orang per tahun. Apalagi, per tanggal 31 Desember 2015 mendatang, kita akan memasuki era perdagangan bebas
Menurut David McClelland, untuk menjadi negara yang makmur, suatu negara harus memiliki minimum dua persen entrepreneur dari total penduduknya. Jadi, di Indonesia, mestinya minimal ada 4,75 juta wirausaha
Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari luar negeri.
Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak. Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil. dan ada alasan lain kenapa wirausaha di indonesia sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian di indonesia adalah agar menarik investor asing untuk menanamkan saham/modalnya di indonesia. dengan adanya investor asing di indonesia akan menambah devisa untuk negara dan juga meningkatkan bagian sektor pariwisata yang ada di indonesia. contohnya saja itu seperti Bali yang terkenal akan pantainya yang ada di buleleng di mancanegara, dan juga seperti lombok yang memiliki keindahan alamnya yang masih terjaga kelestariannya di mancanegara

Sumber : http://louisdavidaror.blogspot.co.id/2013/10/perkembangan-kewirausahaan-di-indonesia.html

KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Sedangkan Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : (1) memperkenalkan produk baru, (2) memperkenalkan metode produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri.

Pada masa revolusi pada akhir abad ke 18, Wirausahawan dunia modern muncul untuk pertama kalinya di inggris. Pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas adalah menjadi kunci penting seorang wirausahawan. Karakteristik wirausahawan menurut McClelland adalah:
1.        Keinginan untuk berprestasi
2.       Keinginan untuk bertanggung jawab
3.       Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4.       Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5.       Rangsangan oleh umpan balik
6.       Aktivitas energik
7.       Orientasi ke masa depan
8.       Keterampilan dalam pengorganisasian
9.       Sikap terhadap uang
Sedangkan, karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi yaitu:
1.        Kemampuan inovatif
2.       Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.       Keinginan untuk berprestasi
4.       Kemampuan perencanaan realistis
5.       Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6.       Obyektivitas
7.       Tanggung jawab pribadi
8.       Kemampuan beradaptasi
9.       Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc. Clelland yaitu a. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch), Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil), dan Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow). Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, antara lain:
1.        Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
2.       Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.
3.       Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
4.       Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk yang baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang memungkinkan muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.
5.       Penelitian dan pengembangan. merupakan suatu kegiatan yang sering menemukan atau menghasilkan suatu gagasan produk baru atau perbaikan terhadap produk yang sudah ada.Unsur-unsur analisa peluang pokok yaitu:
a.      Biaya tetap.
b.      Biaya variabel.
c.        Biaya total.
d.      Pendapatan total.
e.       Keuntungan.
f.        Kerugian.
g.       Titik pulang pokok.

Terdapat beberapa pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan, yaiut diantara lain:
1.        Pemilikan tunggal (firma) merupakan organisasi bisnis kecil paling umum. Perusahaan dimiliki dan dijalankan satu orang. Hanya memerlukan izin dan mendaftar untuk memulai usaha. Keuntungan : kewajiban hukum yang dipenuhi hanya sedikit dan tidak semahal bentuk kongsi atau perseroan, pemilik tidak membagi laba dengan siapapun, tidak perlu berkonstultasi dengan sesame pemilik atau rekanan sehingga memiliki kekuasaan membuat keputusan dan pengendalian sepenuhnya, pemilik dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan bisnis dengan cepat dalam bentuk keputusan manajemen sehari-hari, dan pemilikan tunggal biasanya bebas dari pengawas pemerintah dan perpajakan khusus. Kerugian : kewajiban dan tanggung jawab tidak terbatas atas seluruh utang perusahaan, modal yang tersedia jauh lebuh kecil dibandingkan organisasi bisnis lainnya, dan sukar mendapatkan pembiayaan jangka panjang dan sangat tergantung keterampilan pemilik menyebabkan perusahaan tidak stabil.
2.       Kongsi merupakan asosiasi dari dua orang atau lebih, yang bertindak sebagai pemilik bersama dari sebuah bisnis. Ayat-ayat perjanjian dari kongsi biasanya dirumuskan untuk menentukan sumbangan masing-masing rekanan kepada bisnis. Keuntungan : formalitas hukum dan pengeluaran-pengeluaran lebih sedikit dibandingkan dengan persyaratan-persyaratan dalam pendirian perseroan, para rekanan termotivasi untuk menerapkan kemampuan terbaik karena ikut mendapatkan laba, lebih mudah mendapatkan modal besar dan memiliki ketarampilan yang lebih luas dibandingkan firma, dan pengambilan keputusan lebih luas dibandngan perseroan. Kerugian : terdapat kewajiban tak terbatas minimal bagi seorang rekanan, dapat berakhir kapan saja dan dapat dilanjutkan dengan membentuk kongsi baru, kongsi relatif lebih sukar untuk memperoleh modal dalam jumlah besar dibandingkan perseroan, dan rekanan merupakan agen bisnis itu dan tindakan mereka mengikat rekanan lain.
3.       Perseroan merupakan jenis organisasi bisnis paling rumit. Biasanya dibentuk dengan kekuasaan dari sebuah badan pemerintah dan harus menurut hukum dagang, dan peraturan-peraturan pemerintah pusat maupun daerah. Keuntungan : kewajiban terbatas hanya dalam jumlah saham, kepemilikan dengan mudah dipindahkan keorang lain, memiliki ekstensi hukum yang terpisah, ekstensi perusahaan relative lebih stabil dan permanen sehingga perusahaan dapat berjalan melaksanaan usahanya, pendelegasian kekuasaan pada manajer professional, dan perseroan sanggup menggaji spesialis. Kerugian : kegiatannya dibatasi oleh akte pendirian sesuai hukum dan perundangan, banyak peraturan pemerintah yang harus diperhatikan, membutuhkan biaya yang besar dalam pendiriannya, dan pajak yang tinggi karena adanya berbagai instasi pemerintah.
Perusahaan yang go public biasanya memperoleh cara mudah untuk mendapatkan modal tambahan terutama utang. Tidak hanya pembiayaan hutang tetapi modal ekuitas masa depan lebih mudah diperoleh ketika diperoleh kenaikan harga saham. Keuntungan : diperolehnya modal ekuitas baru, diperoleh nilai dan kemampuan dialihkan dari aktiva organisasi, kemampuan untuk mendapatkan dana dimasa depan dengan relative lebih mudah, dan mendapatkan prestise. Kerugian : hilangnya fleksibilitas dan meningkatnya beban administrasi yang diakibatkannya. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
1.        Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali          terdapat posisi yang kosong.
2.       Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3.       Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4.       Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.


Jumat, 12 Juni 2015

IBU YUYUN


          Ibu yuyun adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai staff pengajar (dosen) di Universitas Gunadarma, ibu yuyun merupakan seorang dosen yang sering mengajar pada jurusan teknik industri. Ibu yuyun pada semester 6 mengajar pelajaran softskill untuk angkatan 2012. Ibu yuyun merupakan dosen yang hebat, cantik dan dapat menjelaskan materi kuliah dengan baik, tidak pelit nilai dan dosen yang sering memeriksa absensi mahasiswa. Terimakasih bu yuyun atas pelajaran yang enggkau berikan pada semester 6 ini.

Rabu, 29 April 2015

Pengenalan ISO

ISO 14001 Manajemen Lingkungan

ISO 14001 adalah sebuah spesifikasi internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang membantu perusahaan Anda mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengatur risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari praktek bisnis normal. 
ISO 14001 bisa diterapkan di seluruh organisasi tanpa memandang besaran dan lokasi geografis. 

Mengapa ISO 14001 Penting Bagi Perusahaan Anda?

Sertifikasi ISO 14001 memberikan sejumlah manfaat untuk perusahaan Anda. 
·         Mengurangi biaya; karena ISO 14001 menuntut komitmen perbaikan terus menerus, maka penetapan obyektif dari perbaikan tersebut akan membantu mendorong penggunaan bahan mentah yang lebih efisien sehingga biaya bisa dikurangi. 
·         Mengatur kepatuhan terhadap hukum; sertifikasi ISO 14001 bisa membantu Anda dengan cara mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk mengatur kepatuhan hukum dan dalam manajemen risiko-risiko lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan Anda. 
·         Mengurangi duplikasi upaya; sistem manajemen Anda bisa digabungkan dengan persyaratan ini dan standar manajemen lainnya menjadi sebuah sistem bisnis tunggal yang bisa mengurangi duplikasi dan biaya. 
·         Mengelola reputasi Anda, sertifikasi ISO 14001 dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan biaya atau merusak reputasi Anda yang berhubungan dengan pembersihan atau litigasi dan membangun citra publik Anda terhadap klien, badan pengawas dan pemangku kepentingan kunci.
·         Menjadi pemasok pilihan & menambah manfaat kompetitif; sertifikasi ISO 14001 memungkinkan Anda untuk bekerja dengan perusahaan yang menggarisbawahi dan mengutamakan perusahaan yang ramah lingkungan. 
·         Kemudahan berintegrasi; ISO 14001 berbasis sistem manajemen - standar ini didukung oleh siklus 'Plan Do Check Act' sama dengan standar sistem manajemen lain yang bisa digabungkan dengan ISO 9001 (mutu), OHSAS 18001 (Kesehatan dan Keselamatan) dan standar berbasis sistem manajemen lainnya. 

Manfaat ISO 14001 dengan LRQA Business Assurance 

LRQA terakreditasi untuk menerbitkan sertifikat standar ISO 14001 di seluruh sektor dan telah banyak terlibat dalam bebagai pengembangan teknis. Artinya, bahwa apapun sektor bisnis Anda, kami dikenal memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam memberikan layanan yang efektif. 
LRQA Business Assurance membantu Anda mengelola tantangan bisnis, sistem dan risiko-risiko dalam mengembangkan dan melindungi kinerja lingkungan Anda di masa kini dan masa yang akan datang yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan. 
·         Pemahaman kami yang mendalam dan keunggulan teknis yang memungkinkan kami menyambaikan manfaat nyata kepada para klien lewat sebuah pendekatan manajemen proyek yang terstruktur.
·         Kami paham bahwa komunikasi yang baik sangatlah penting dalam menyampaikan transparansi lewat seluruh tahapan dan proses EMS. Kami bekerja bersama para klien menetapkan tujuan yang jelas untuk semua pihak. 
·         LRQA Business Assurance menyampaikan dua jenis layanan yaitu sertifikasi dan pelatihan untuk ISO 14001


 Daftar Perusahaan

Nama Perusahaan
Alamat
Tahun Berdiri
Produk Perusahaan
Mulai Menerapkan ISO
PT. Sigmagraha Arkananta
Sentra Niaga Puri Indah, Blok T6 No.33
Kembangan - Jakarta barat 11610
Telp. 021-5804123, Fax 021-5804100
2008
Kontruksi
standart mutu ISO 9001 : 2008, 
ISO 14001 : 2004,
OHSAS 18001 : 2007
PT. AMARTA KARYA
Jl. Veteran No. 112      Bekasi         17123 Indonesia
1962
Kontruksi Baja
ISO 9001:2008
1996
ISO 14001:2004
PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA Tbk.
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70-71
Jakarta 12910
1975
SEMEN
4 AGUSTUS 2014 : ISO 14001:2004
PT. ASIA MATSUHITA BATTERY PANASONIC
JL. BERINGIN LOT 275-276
MUKA KUNINGAN BATAM
BATTERY
2-12-1997
PT. BATAM MATSUSHITA BATTERY
JL.TEUKU UMAR KM 44 CIKARANG,BEKASI
BATTERY
15-NOVEMBER-2002
PT. INTERNATIONAL CHEMMICHAL INDUSTRIAL
JL.DAAN MOGOT KM11 JAKARTA 11710
BATTERY
AGUSTUS 2004
PT. INDONESIA ASAHAN ALUMUNIUM
SUMATRA UTARA
CABLE, STEEL
5-APRIL-2002
PT. INDONESIA STEEL TUBE WORKS SEMARANG
J;. SIMONGAN 105, SEMARANG
CABLE,STEEL

Studi kasus
MENGENAL ISO 14001 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN
Posted on
April 12, 2013

Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah. Semua jenis dampak ini akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk tuntutan pidana dan tuntutan perdata, apakah tuntutan tersebut dari pemerintah, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ketika perusahaan berupaya untuk menerapkan ISO 14001, maka perusahaan tersebut telah memiliki komitmen untuk memperbaiki secara menerus kinerja lingkungannya. Namun, satu hal perlu dingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial. Adakalanya, perbaikan kinerja lingkungan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena keterbatasan finansial. Misalnya, sebuah  perusahaan yang proses bisnisnya menimbulkan limbah cair yang mencemari lingkungan berupaya untuk menerapkan ISO 14001 di  perusahaannya. Setelah kajian dilakukan, ternyata keterbatasan finansial membuat perusahaan tersebut sukar untuk mengelola limbahnya sehingga mencapai baku mutu limbah cair yang disyaratkan oleh pemerintah. Berdasarkan analisis finansial, ternyata perusahaan tersebut  baru akan mampu membangun sistem pengolahan limbah yang memadai kira-kira beberapa tahun ke depan. Sehingga sebelum masa tersebut terlampaui, perusahaan tidak akan pernah memenuhi baku mutu lingkungan. Namun, bila perusahaan tersebut mengembangkan sistem manajemen lingkungan yang memenuhi persyaratan ISO, maka perusahaan tersbut bisa saja memperoleh sertifikat ISO 14001. Perusahaan lain, yang kinerja lingkungannya telah memenuhi baku mutu namun EMS-nya tidak memenuhi persyaratan tidak akan memperoleh sertifikat ISO 14001. Uraian di atas menunjukkan bahwa pada prinsipnya, penerapan ISO 14001 tidak berarti tercapainya kinerja lingkungan dalam waktu dekat. Sertifikat EMS dapat saja diberikan kepada perusahaan yang masih mengotori lingkungan. Namun, dalam EMS terdapat persyaratan bahwa  perusahaan memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara menerus (continual improvement).
-http://www.id.lrqa.com/standards-and-schemes/iso14001/